Ibu Hamil Apa Boleh Kerokan

Menjadi ibu hamil adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai harganya. Segala perubahan fisik yang Anda alami selama masa kehamilan ini sebenarnya adalah tanda-tanda bahwa tubuh Anda sedang beradaptasi untuk mengandung dan melahirkan buah hati Anda kelak.

Bolehkah Ibu Hamil Kerokan?

Namun, perubahan tersebut juga kadang membuat Anda mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti masuk angin. Dalam kondisi tersebut, adakah solusi yang aman dan dianjurkan untuk ibu hamil? Apakah kerokan boleh dilakukan? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

ibu hamil kerokan

Apa itu Kerokan?

Kerokan adalah salah satu jenis pengobatan alternatif yang sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Pengobatan ini dilakukan dengan cara menggosokkan alat penggosok (biasanya berupa uang logam koin) pada permukaan kulit yang telah diolesi minyak kayu putih atau minyak kelapa. Proses penggosokan yang dilakukan dengan gerakan tertentu akan menyebabkan kulit menjadi merah dan sedikit bengkak.

Mengapa Kerokan Dilakukan?

Kerokan dilakukan karena dianggap mampu membantu mengurangi ketegangan otot, melancarkan peredaran darah, dan mempercepat proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Pengobatan ini juga diyakini bisa membantu mengatasi berbagai gejala penyakit, seperti masuk angin dan pegal-pegal.

Jenis-Jenis Kerokan yang Boleh Dilakukan oleh Ibu Hamil

Bagi ibu hamil yang menderita masuk angin, kerokan sebenarnya boleh dilakukan selama dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan. Namun, Anda harus memperhatikan jenis kerokan yang aman dilakukan selama masa kehamilan. Berikut beberapa jenis kerokan yang boleh dilakukan oleh ibu hamil:

  • Kerokan pada bagian belakang leher
  • Kerokan pada bagian atas bahu
  • Kerokan pada bagian punggung
BACA JUGA   Ibu Hamil Opname

ibu hamil minum obat

Cara Kerja Kerokan untuk Mengatasi Masuk Angin pada Ibu Hamil

Kerokan bekerja dengan cara menstimulasi saraf yang terdapat pada permukaan kulit. Saat dilakukan dengan gerakan yang tepat, kerokan mampu merangsang saraf tersebut sehingga bisa merelaksasi otot dan meningkatkan sirkulasi darah ke area yang dirangsang.

Kerokan juga diyakini bisa membantu mengatasi masalah masuk angin pada ibu hamil. Pasalnya, kerokan mampu merangsang sirkulasi darah yang membawa energi ke seluruh tubuh sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh dan membantu mengurangi rasa nyeri pada tubuh.

Keuntungan dan Manfaat Kerokan untuk Ibu Hamil

Meskipun masih banyak kontroversi seputar efektivitas kerokan, terutama untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu, namun banyak juga yang mempercayai manfaat kerokan dapat dirasakan pada ibu hamil, antara lain:

  • Mengurangi ketegangan dan pegal-pegal pada tubuh ibu hamil
  • Meningkatkan sirkulasi darah dan energi pada tubuh, sehingga ibu hamil merasa lebih rileks dan nyaman
  • Meningkatkan imunitas tubuh, sehingga membantu mencegah timbulnya infeksi dan berbagai masalah kesehatan lainnya

Namun, kendati banyak manfaat kerokan, sebaiknya Anda tetap memperhatikan beberapa hal berikut saat melakukan kerokan:

  • Tidak boleh dilakukan pada area perut, payudara, atau bagian tubuh lainnya yang berhubungan langsung dengan kandungan
  • Tidak boleh dilakukan pada ibu hamil yang sedang mengalami pendarahan atau masalah kesehatan lain yang serius
  • Harus dilakukan oleh terapis yang ahli dan terlatih
  • Harus dilakukan dengan alat penggosok yang bersih dan steril
  • Sebaiknya hindari kerokan yang berlebihan atau terlalu keras, karena bisa menimbulkan iritasi dan memperburuk kondisi kesehatan yang sedang dialami

Itulah jawaban terkait pertanyaan apakah ibu hamil boleh kerokan atau tidak. Kendati boleh dilakukan, namun sebaiknya melakukan dengan hati-hati dan memperhatikan beberapa hal berikut.

BACA JUGA   Ibu Hamil Naik Turun Tangga

Cara Mengatasi Masuk Angin pada Ibu Hamil dengan Aman

Selain kerokan, terdapat beberapa cara aman dan efektif untuk mengatasi masuk angin pada ibu hamil, antara lain:

  • Istirahat yang cukup
  • Minum air hangat atau teh jahe untuk menghilangkan rasa mual dan mempercepat proses penyembuhan
  • Mandi dengan air hangat agar tubuh lebih rileks dan nyaman
  • Menghindari makanan yang menyebabkan produksi gas berlebih
  • Mengonsumsi makanan yang kaya serat untuk membantu pencernaan dan mengurangi gejala masuk angin

ibu hamil masuk angin

Jika kondisi Anda semakin parah atau gejala masuk angin tak kunjung membaik setelah melakukan perawatan dan pengobatan yang tepat, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang lebih tepat dan efektif. Ingat, menjaga kesehatan selalu menjadi prioritas kita semua.

Yang Boleh Dilakukan Ibu Hamil dalam Berolahraga

Selain menjaga pola makan sehat dan perawatan kesehatan lainnya, berolahraga secara teratur juga sangat penting bagi ibu hamil. Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan membantu mengurangi risiko komplikasi selama masa kehamilan.

Namun, sebaiknya ibu hamil memperhatikan beberapa hal berikut saat ingin berolahraga:

  • Berolahraga harus dilakukan secara teratur dan rutin
  • Berolahraga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu hamil dan usia kehamilan
  • Berolahraga harus dilakukan dengan intensitas dan durasi yang sesuai dengan kemampuan tubuh
  • Berolahraga harus dilakukan pada waktu yang tepat dan lingkungan yang aman

ibu hamil olahraga

Jenis-Jenis Olahraga yang Boleh Dilakukan oleh Ibu Hamil

Beberapa jenis olahraga yang boleh dilakukan oleh ibu hamil antara lain:

  • Berjalan kaki atau jogging ringan
  • Peregangan (stretching)
  • Yoga prenatal
  • Olahraga renang
  • Latihan beban ringan

Sebelum memulai berolahraga, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk memastikan jenis olahraga yang aman dilakukan selama masa kehamilan. Terlebih jika Anda memiliki riwayat masalah kesehatan atau komplikasi selama kehamilan.

BACA JUGA   Ibu Hamil Demam Minum Obat Apa

Itulah beberapa informasi terkait kesehatan ibu hamil. Selalu ingat untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, karena kesehatan Anda dan si kecil adalah prioritas utama. Lakukan perawatan dan pengobatan yang tepat dan aman, dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami masalah kesehatan yang serius. Semoga informasi ini bermanfaat!